kejahatan dan kelaliman, sejatinya demikian itulah yang kerap kali menjadi hal yang sangat memusingkan kepala diberbagai Negara sejak ku tub utara hingga kembali keuara lagi diamerika khususnya bertepatan di distrik los angles disebabkan masalah ini diberitakan bahwa penjara-penjara, reuten-reuten dan jeruji-jeruji hempir takmampu tuk menempung para subyek criminal,selain itu dana yang harus dikeluarkan olah para adminisatornya dalam jangka beberapa minggu, bahkan hari mencapai miiaran dolar, termasuk didalamnya pembiayaan jaminan makan dan kesehatan untuk para pembunuh, pengidap narkotika dan kekeriminalan lainnya. Di Malaysia, menurut mayoritas pres indonesia bahwa malaysia merupakan Negara yang serinng kali melakukan tindakan kekerasan terhadap para Tenaga Kerja Indonesia (terlebih pada wanita), ternyata problem yang dialaimi tak jauh berbeda, yakni tentang dunia moral, seperti yang dipublikasikan pres Eramuslim.com bahwa Walau di dalam keseharian muda-mudi Malaysia tampak sebagai muda-mudi Islami, dengan tudung (jilbab) dan juga ciri khas Melayu lainnya, namun banyak dari mereka yang ternyata telah mencampakkan Islam dan bergaul sebagaimana orang-orang kafir Barat Kemudian dalam wawancara eramuslim.com dengan seorang pengusaha penerbitan asal malaysia, “Muda-mudi Malaysia lebih parah pergaulannya ketimbang muda-mudi Indonesia. Mereka banyak yang pacaran sudah kelewat batas, kumpul kebo di mana-mana, walau tampak di luaran mereka seperti orang alim. Bahkan banyak perpusatakaan kampus yang besar-besar dan luas di Malaysia dijadikan tempat bermaksiat para mahasiswanya, ” ujar seorang warga Malaysia yang berprofesi sebagai pengusaha penerbitan kepada Eramuslim. Com, Selasa (9/10). Diatas baru sekedar berita luar, lalu bagaimana dengan Indonesia tampaknya ini yang belum terpikirkan, Jakarta adalah ibukota bagi Indonesia, didalamnya terdapat gedung-gedung pencakar langit namun,,,,. Ehm, tapi tak sepenuhnya benar, masih banyak gubuk-gubuk reot tersemat didalamnya perumahan kardus juga masih banyak yang mengakar diatas tanah ibu kota, anak anak ingusan lalu lintas diantara jalan raya sembari membuka telapak tangannya untuk meminta pada seisi mobil, inilah kemiskinan yang semakin membudi daya, tapi bukan karena mereka tak punya pekerjaan, ada sebab lain yang semestinya terjadi. Kita yang pernah membuka Koran (meskipun sekali) semisal jaewa pos, suara merdeka, dan kompas atau pun belum sama sekali mungkin pernah mendengar KPK(komisi pemberantasan korupsi) atau BPK (brigade pemberantas korupsi) keduanya tersebut, kendati belum maksimal bertugas, ternyata sudah cukup banyak menyeret pengusaha pengusaha besar, gubernur daerah, dan pejabat pejabat Negara ke dewan persidangan dengan tuduhan pencurian uang rakyat. Inilah sebabnya, petinggi-petinggi Negara yang seharusnya menjaga dan memenuhi hak-hak rakyat, justru sebaliknya yang terjadi dengan kepemimpinan yang di panggulnya justru digunakan untuk menjarah uang rakyat. Sejenak saja, coba kita berfikir, apa yang terjadi di Indonesia ini? Tentu tahu jawabannya,,, ialah kemerosotan moral akhlak dan rasa malunya. Di Indonesia tentunya bukan sekedar korupsi indikasinya. Setelah terjuluki rekor salah satu Negara terkorup didunia, kejahatan lain pun banyak bertaburan di negeri ini. Dalam perhitungan dari riset yang ada, terjadinya pemerkosaan, pembunuhan, penyalah gunaan narkotika, perjudian dan pencurian diIndonesia ternyata begitu signifikan, bila saja kita tahu. Kini untuk menemukan kedai kamaksiatan tak mesti jauh kekota, cukup tengok didesa barangkali ada. Siapapun kan membenci Kendati terciptanya manusia merupakan dalam sifat dan fikran berbeda-beda, namun sikap itu akan sama tatkala sebuah kejahatan menimpanya, yakin tidak yakin tapi ini realitanya kendati sebejat apapun sosoknya, sebaik apa pun orangnya sikapnya takkan jauh berbeda,karena itulah ftroh. Namun hal yang disayanghkan yang menyadari sikap diatas relative sedikit hingga tak salah bila subyek-subyek pelaku kejahata tetap menyebar dan berkembang tanpa menyadari bagaimana bila dirinya menjadi salah satu korban kejahatan, mari kita pikirkan itu. Maka semenjak kehadiran islam diabad ke-6 dengan keparipurnaan dasar ideolagi dan ajarannya segera mengusung sebuah dokterin menanamkan keperibadian dan moral yang sehat Sabagai amsal sabda rasulullah SAW, “berjauh dirilah dari kedzoliman, karena kedzolimanitu beberapa kegelapan di hari kiamat ; dan berjauhlah diri daripada kikir yang beserta tamak’, karena sesungguhnya yang demikian itu telah membinasakan orang orang sebelum kamu”. (HR: Muslim) ” tanda tanda kemunafikan itu ada tiga: apabila iaberkata ia berdusta, bila berjanji ia mengingkaridan bila dirinya dipercayai ia berkhianat(HR: Bukhori dan Muslim) Sabdanya pula ” jauhkanlah dirikamu dari sangkaan (jahat) karena sangkaan itu sedusta-dustanya ucapan”. (HR:Bukhori dan Muslim) Dan banyak lagi banyak lagi hadits-hadits nabi yang berisi tentang pesan pentingnya moral yang sehat, terlebih bila dalam pergaulan sosial. Bertakwalah kamu pada Allah dimanapun kamu berada dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik”. (HR: ) Amsal hadits diatas tentu saja bukan sekedar bacaan sebagai penambah wawasan namun juga memiliki multifungsi lebih, yakni sebagai tutorial cara beretika keseharian yang dituntut untuk menerapkannya, seandainya saja itu bisa kita kita terapkan dalam sehari hari (in daily) alangkah indahnya, tapi mungkinkah?. Tentu saja mungkin, mari kita menilik kembali kehidupan para sahabat rasulullah bagaimana kehidupa awal mereka yang awalnya sama sekali tak mengenal dien ini bahkan memusuhi islam, semisal ikrimah bin abujahal, umar bin Al-Khattab dan lain lain namun semenjak islam menyinari kepekatan hati, umar jahily menjelma berbeda dengan umar islamy, abu ubaidah al-jarrah saat jahiliyyah berbeda saat islamnya sehingga karena keimanan ia harus membunuh ayah kandungnya Abdullah disuatu peperangan. Meski tak mengenal islam sejak kecil tapi mereka mampu menjadi teladan bagi generasi sesudahnya yang kebenyakan sejak dini telah mengenal islam, terlebih kita yang sejak dini telah berislam seharusnya lebih dari itu. Rela mengorbankan apapun demi predikat iman bukan yang lainnya.